Jumat, 18 Maret 2016
Rabu, 09 Maret 2016
MENJADI GURU YANG BAIK
Guru
yang Baik adalah Guru Yang
Mengajar Peserta Didiknya Dengan Hati. Seorang guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan
kepada murid muridnya, tetapi juga mendidik mereka. Untuk mendidik ,tidak harus
mengajar di bidang etika atau menjadi guru agama. Mengajar di bidang apapun,
sesungguhnya setiap guru , dapat menerapkan pendidikan bagi para muridnya,
yakni mengajar dengan hati. Menjadi guru jangan hanya ingin menjadi orang yang
didengarkan kata katanya, tetapi juga harus bersedia mendengarkan kesulitan
yang dihadapi oleh muridnya. Prinsip dasar inilah yang sering dilupakan
,sehingga kalau kita mau bicara dengan jujur, pada masa ini, yang berdiri di
depan kelas, kebanyakan adalah tenaga tenaga pengajar. Bukan seorang guru.
Bagaimana mungkin menjadi guru, setelah satu tahun mengajar, masih tidak dapat
menghafal nama murid muridnya. Murid Disuruh Mengerjakan Soal .Guru Sibuk
Dengan HP Murid murid di jaman kini , sudah jauh lebih kritis dibandingkan
dengan murid murid 10 tahun lalu. Coba dengarkan apa yang mereka saling
ceritakan diluar kelas :” Pak guru, suruh kita kerjakan soal yang banyak ,agar
bisa main Hp,Netbook,atau Laptop,Sehingga ketika kita saling menyontek, pak guru sama sekali tidak
melihat” Bayangkan, kalau di benak murid murid, sudah tertanamkan image seorang
guru yang tidak dapat menjaga kewibawaan seorang pendidik,maka apakah kita
masih bisa berharap kelak anak anak didik sang guru ,bakal menjadi anak anak
yang cerdas dan jujur? Kendati ,saya bukan lagi seorang guru, namun senantiasa
mengikuti perkembangan pendidikan, karena menguatirkan bila cucu cucu, kami
berada dalam tangan seorang pengajar, bukan seorang guru. Guru adalah Seorang
Pemimpin Seorang guru adalah seorang pemimpin. Yang cara berpikir, sikap mental
dan prilakunya yang tercermin dalam keseharian di depan dan diluar kelas,
menjadi contoh teladan bagi anak anak yang berada diasuhnya.Seorang yang tidak
dapat memimpin diri sendiri, mustahil akan dapat menjadi seorang guru yang
baik. Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menggurui, hanya sekedar saling
mengingatkan, bahwa seorang guru, adalah sosok yang seharus patut ditiru
,prilakunya.Beruntung masih cukup banyak guru yang patut menjadi teladan
,namum masih cukup banyak yang berdiri sebagai pengajar. Semoga kedepan setiap
sosok yang berdiri mengajar di depan kelas adalah seorang guru
Minggu, 06 Maret 2016
KATA PENGANTAR PROYEK AKHIR
KATA
PENGANTAR
Puji syukur
penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat, Taufik serta
Hidayah-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan analisa di MI Nabatul Ulum
Siman, serta dapat menyelesaikan laporannya tepat waktu dan tanpa adanya
halangan yang berarti. Proyek Akhir ini disusun berdasarkan apa yang telah penulis
amati pada saat dilapangan yakni pada “Madrasah Ibtidaiyah Nabatul Ulum Siman”
yang beralamat di Dsn. Juwah Rt 07 Rw 01 Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten
Kediri Provinsi Jawa Timur. Laporan Proyek Akhir merupakan salah satu syarat wajib
yang harus ditempuh pada PROGRAM DIPLOMA
SATU ( D1 ) TEKNIK INFORMATIKA PVB SMKN I NGASEM KEDIRI DAN POLITEKNIK ELEKTRONIKA
NEGERI SURABAYA. Selain
untuk menuntaskan program studi yang penulis tempuh, laporan ini ternyata
banyak memberikan manfaat kepada penulis baik dari segi akademik maupun untuk
pengalaman. Dalam
penyusunan laporan proyek akhir ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, oleh sebab itu penulis ingin mengungkapkan rasa terima kasih
kepada :
1. Kedua orang tua beserta seluruh keluargaku, yang telah memberikan semangat,
nasihat, dukungan dan do’a dalam mengerjakan Laporan Proyek Akhir.
2. Bapak SUWANDRA, M.Pd selaku
Direktur Community College PVB SMKN I NGASEM KEDIRI
3. Bapak ALI
FAUZI, M. Kom selaku Dosen pembimbing yang telah banyak memberikan
arahan dan masukan kepada penulis dalam penyelesaian laporan proyek akhir
ini.
4. Ibu JUNAIDAH selaku kepala MI NABATUL ULUM SIMAN
KEPUNG, yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk mengadakan analisa di MI Nabatul Ulum Siman, sehingga dalam
penulisan laporan proyek akhir dapat terlaksana dengan lancar. Tak lupa pula penulis ingin mengucapkan
banyak terima kasih kepada pihak-pihak terkait lainnya yang telah banyak
membantu.Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapatkan pahala
yang berlipat ganda dari Allah S.W.T. Penulis akui, penulisan laporan proyek
akhir ini masih jauh dari sempurna, apabila nantinya terdapat kekeliruan dalam
penulisan laporan proyek akhir ini penulis sangat mengharapkan kritik dan
sarannya. Akhir kata, semoga laporan proyek
akhir ini dapat memberikan banyak manfaat bagi kita semua, Amin....
Surabaya,
18 September 2015
Penyusun
BISMILLAH, SMOGA SERTIFIKASI LANCAR
Berikut kami lampirkan edaran SIMPATIKA,
mohon disebarkan!
Keterangan tambahan :
Cara Verval SIMPATIKA secara keseluruhan bisa dilihat di :Situs Bantuan Siap : http://bantuan.siap-online.com/
Cara Verval SIMPATIKA secara keseluruhan bisa dilihat di :Situs Bantuan Siap : http://bantuan.siap-online.com/
Verval NRG bagi yang NRG tidak muncul
: http://bantuan.siap-online.com/…/simpatika-pengajuan-nrg-ba…
Untuk SK Inpassing dari Kemdikbud
diperbolehkan mengajukan verval Inpassing pada SIMPATIKA dengan harus mengisi
form pengajuan excel
Fitur SKBK dan SKMT akan muncul secara
bertahap
Bagi yang belum mempunyai pengawas
lembaga atau pengawasnya ganti, tidak perlu mengajukan. Akan kami data ulang
dengan Pokjawas
PENTING :
Dalam mengisi Jadwal Pada SIMPATIKA harus sesuai ketentuan sebagai berikut :
RA : perjam 30 menit
MI : perjam 35 menit
MTs : Perjam 40 menit
MA : Perjam 45 menit
Apabila tidak diisi sesuai kaidah tersebut, akan berimbas pada pencairan tunjangan profesi
Dalam mengisi Jadwal Pada SIMPATIKA harus sesuai ketentuan sebagai berikut :
RA : perjam 30 menit
MI : perjam 35 menit
MTs : Perjam 40 menit
MA : Perjam 45 menit
Apabila tidak diisi sesuai kaidah tersebut, akan berimbas pada pencairan tunjangan profesi
10 CARA MENGAJAR K13
10 METODE
PENTING DALAM MENGAJAR KURIKULUM NASIONAL ( NEW K13 ) TAHUN AJARAN 2016
Asalamu'alaikum wr.wb. selamat siang dan salam
sejahtera untuk rekan-rekan guru seluruh indonesia...
mari simak informasi yang sangat penting tentang
metode-metode terbaru dalam mengajar kurikulum nasional/kurikulum 2013 berikut
ini....
Kali ini saya akan berbagi tentang 10 contoh model
pembelajaran beserta langkah-langkah pembelajarannya. Bagi sebagian guru
mungkin sudah tidak asing dengan jenis-jenis model pembelajaran. Namun, apakah
model-model pembelajaran itu sudah pernah diterapkan di kelas?. Ya,
pembelajaran memang ada baiknya dilakukan bervariasi, agar tidak timbul
kejenuhan dan materi pelajaran lebih mudah diterima oleh siswa. Ada beberapa
contoh model pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Berikut ini
saya berikan 10 jenis model pembelajaran beserta langkah-langkah
pembelajarannya, anda mungkin bisa memilih dan mencobanya disesuaikan dengan
materi pelajaran ...

1. EXAMPLES NON EXAMPLES
Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan
KD
Langkah-langkah :
• Guru mempersiapkan gambar-gambar
sesuai dengan tujuan pembelajaran
• Guru menempelkan gambar di papan
atau ditayangkan melalui OHP
• Guru memberi petunjuk dan memberi
kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar
• Melalui diskusi kelompok 2-3 orang
siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas
• Tiap kelompok diberi kesempatan
membacakan hasil diskusinya
• Mulai dari komentar/hasil diskusi
siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
• Kesimpulan
2. PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
• Guru menyampaikan kompetensi yang
ingin dicapai
• Menyajikan materi sebagai pengantar
• Guru menunjukkan/memperlihatkan
gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
• Guru menunjuk/memanggil siswa secara
bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
• Guru menanyakan alasan/dasar
pemikiran urutan gambar tersebut
• Dari alasan/urutan gambar tersebut
guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
• Kesimpulan/rangkuman
3. NUMBERED HEADS TOGETHER (Kepala
Bernomor, Spencer Kagan, 1992)
Langkah-langkah :
• Siswa dibagi dalam kelompok, setiap
siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
• Guru memberikan tugas dan
masing-masing kelompok mengerjakannya
• Kelompok mendiskusikan jawaban yang
benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui
jawabannya
• Guru memanggil salah satu nomor
siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
• Tanggapan dari teman yang lain,
kemudian guru menunjuk nomor yang lain
• Kesimpulan
4. COOPERATIVE SCRIPT (Dansereau Cs.,
1985)
Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa
bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian
dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
• Guru membagi siswa untuk berpasangan
• Guru membagikan wacana/materi tiap
siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
• Guru dan siswa menetapkan siapa yang
pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
• Pembicara membacakan ringkasannya
selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
Sementara pendengar :
- Menyimak/mengoreksi/menunjukkan
ide-ide pokok yang kurang lengkap
- Membantu mengingat/menghafal ide-ide
pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
• Bertukar peran, semula sebagai
pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti
diatas.
• Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan
Guru
• Penutup
TENTANG SERTIFIKASI
Jangan Cetak S25a Sebelum 10 Hal Ini Beres
Sebelum mencetak
S25a atau Ajuan Keaktifan Kolektif oleh Kepala Madrasah, jangan lewatkan
hal-hal yang akan diulas dalam artikel ini. Jangan pernah mengajukan S25a jika
hal-hal di layanan Simpatika ini
belum beres.
Apa saja itu?
Kemunculan fitur S25a memang ditunggu-tunggu pengguna Simpatika. Fitur Ajuan Kolektif atau S25a baru muncul kembali setelah menghilang hampir satu bulan. Dulu di awal periode Verval Simpatika semester ini, fitur S25a memang sempat muncul sebentar.
Padahal Kepala Madrasah hanya dapat mencetak kartu PTK (sekaligus melakukan keaktifan diri) setelah S25a dicetak dan disetujui oleh Admin Mapenda (Kabupaten/Kota). Pun bagi pendidik PegID yang sempat 'diiming-iming' NPK namun kemudian hilang tanpa bekas. Konon, NPK yang hilang ini akan muncul kembali setelah S25a telah disetujui oleh Admin Kabupaten/Kota, tentunya bagi pendidik yang memenuhi syarat. Baca : Syarat Mendapatkan NPK.
Jadi, baik Kepala Madrasah dan pendidik ber-PegID yang berharap mendapat NPK, sama-sama sudah ngebet kepengen mencetak S25a.
Apa saja itu?
Kemunculan fitur S25a memang ditunggu-tunggu pengguna Simpatika. Fitur Ajuan Kolektif atau S25a baru muncul kembali setelah menghilang hampir satu bulan. Dulu di awal periode Verval Simpatika semester ini, fitur S25a memang sempat muncul sebentar.
Padahal Kepala Madrasah hanya dapat mencetak kartu PTK (sekaligus melakukan keaktifan diri) setelah S25a dicetak dan disetujui oleh Admin Mapenda (Kabupaten/Kota). Pun bagi pendidik PegID yang sempat 'diiming-iming' NPK namun kemudian hilang tanpa bekas. Konon, NPK yang hilang ini akan muncul kembali setelah S25a telah disetujui oleh Admin Kabupaten/Kota, tentunya bagi pendidik yang memenuhi syarat. Baca : Syarat Mendapatkan NPK.
Jadi, baik Kepala Madrasah dan pendidik ber-PegID yang berharap mendapat NPK, sama-sama sudah ngebet kepengen mencetak S25a.
Jangan Grusa Grusu Mencetak
S25a
Meskipun sudah ngebet berat namun jangan grusa grusu dalam mencetak S25a. Grusa grusu itu serba terburu-buru sehingga berakibat gegabah. Santai saja, karena masa Verval Simpatika Semester 2 Tahun pelajaran 2015/2016 ini masih cukup panjang, sampai 30 Juni 2016.
Jadi woles aja, nggih.
Hal ini mengingat S25 menjadi dasar dan basis data penerbitan SKBK (Surat Keterangan Beban Kerja) dan Pengesahan SKMT (Surat Keterangan Melaksanakan Tugas). SKBK dan SKMT ini salah satunya berfungsi sebagai penentu kelayakan seorang pendidik menerima Tunjangan Profesi.
Sehingga gegabah dalam mencetak S25a dapat mengakibatkan tidak cairnya tunjangan profesi guru-guru di madrasah tersebut.
Hal-hal yang Harus Dibereskan Sebelum Mencetak S25a
Beberapa dari daftar ini, jika tidak dilakukan, akan menghambat proses cetak S25a. Selain itu, beberapa hal berikut ini tidak akan bisa diajukan kembali ataupun dirubah setelah S25a dicetak.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dibereskan terlebih dahulu antara lain:
1. PTK Sudah Aktif Semua
2. Jumlah Siswa Perkelas Sudah Benar
Namun jika terjadi jumlah siswa yang kurang, rombel yang kurang benar, ataupun malah siswa belum masuk ke rombelnya (Daftar Peserta Rombel), segeralah membereskannya sebelum mencetak S25a. Karena setelah S25a dicetak, ketiga hal ini (Daftar Siswa, Rombel dan Daftar Peserta Rombel) tidak dapat diubah lagi tanpa membatalkan Ajuan S25a.
Jika S25a terlanjur diajukan dan disetujui oleh Admin Simpatika Kabupaten/Kota, maka perlu mengajukan pembatalan persetujuan keaktifan kolektif (S25b) baru kemudian melakukan pembatalan S25a.
Guru yang mengajar dengan rasio kurang dari 1 : 15 terancam tidak akan memperoleh tunjangan.
3. Jam Mengajar dalam Jadwal Kelas Mingguan Sudah Benar
Untuk memudahkan memonitor jumlah isian jam mengajar pada masing-masing mata pelajaran sudah sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh Kementerian Agama, Simpatika menghadirkan fitur "Validasi Alokasi JTM". Validasi ini akan memunculkan peringatan jika pengisian jam melebihi alokasi dalam struktur kurikulum.
Peringatan Validasi Alokasi Jam Mengajar menyala setiap ada
pengisian jam mengajar yang tidak sesuai kurikulum
|
Jika S25a sudah dicetak, Jadwal Mengajar tidak dapat dirubah lagi.
Pendidik yang mengajar kurang dari 24 jam perminggunnya terancam tidak menerima tunjangan. Pun bagi guru yang mengajar tidak sesuai dengan struktur kurikulum (alokasi jam menurut kurikulum) atau peraturan yang berlaku lainnya tidak akan dihitung dalam SKBK.
4. Wali Kelas
Untuk menambahkan atau mengedit Wali Kelas, simak video tutorial berikut ini.
5. Pembina Ekstrakurikuler
§
Pramuka
§
Organisasi Intra Sekolah (OSIS)
§
Palang Merah Remaja (PMR)
§
Olimpiade atau Lomba Mata Pelajaran
§
Karya Ilmiah Remaja (KIR)
§
Olahraga
§
Kesenian
§
Keagamaan Islam
§
Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra)
§
Pecinta Alam
§
Jurnalistik atau Fotografi
§
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
§
Kewirausahaan
Untuk dapat diakui
ekuivalen 2 jam tatap muka perminggu, kegiatan tersebut paling sedikit harus
diikuti oleh 15 (lima belas) siswa. Jika diikuti oleh lebih dari 50 peserta
dapat dibimbing oleh 2 pembina (berlaku untuk kelipatannya). Dan seorang guru
paling banyak dapat menjadi pembimbing di dua kegiatan.
Untuk menambahkan
atau edit Pembina Ekstra Kurikuler dalam layanan Simpatika menggunakan
fitur Edit Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru.
Setelah S25a sudah
dicetak, tugas tambahan sebagai Pembina Ekstra Kurikuler tidak dapat dirubah
lagi.
6. Pembimbing Kegiatan Pembelajaran Ko-korikuler
Untuk menambahkan atau edit Pembimbing Kegiatan pembelajaran Ko-korikuler dalam layanan Simpatika menggunakan fitur Edit Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru.
Setelah S25a sudah dicetak, tugas tambahan sebagai Pembimbing Kegiatan Pembelajaran Ko-korikuler tidak dapat dirubah lagi.
7. Guru Piket
Untuk menambahkan atau edit Guru Piket menggunakan fitur Edit Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran dan Pembimbingan bagi Guru.
Setelah S25a sudah dicetak, tugas tambahan sebagai Guru Piket tidak dapat dirubah lagi.
8. Wakil Kepala Madrasah
Wakil Kepala Madrasah tidak berlaku bagi RA dan MI.
Untuk mengangkat dan mengedit Wakil Kepala Madrasah menggunakan prosedur Alih Tugas Tambahan. Caranya simak video berikut ini.
Pastikan S30a telah disetujui Admin Kabupaten/Kota baru mencetak S25a.
Bagi yang semester sebelumnya telah mengangkat Waka (melalui edit Portofolio di PTK) silakan lakukan pengecekan di fitur Alih Tugas Tambahan. Karena berdasarkan pengalaman penulis, Waka-waka yang pernah diangkat tersebut dihapus otomatis oleh sistem.
9. Kepala Perpustakaan dan Kepala Laboratorium
Prosedur dan tata cara pengajuannya seperti Wakil Kepala Madrasah.
§
Pembina Asrama (khusus madrasah berasrama)
§
Ketua Program Keahlian
§
Kepala Bengkel atau Kepala Unit Produksi (bagi MA Program
Keterampilan)
Prosedur dan tata cara pengajuannya seperti Wakil Kepala Madrasah.
pengangkatan pejabat Madrasah untuk Tugas Tambahan seperti Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, Pembina Asrama, Ketua Program Keahlian, dan Kepala Bengkel atau Kepala Unit Produksi, tentunya melihat kondisi Madrasah dan kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing guru.
So, jangan cetak dan ajukan S25a dulu sebelum hal-hal tersebut beres.
Bagaimana dengan S12, S26, dan S31?
S12 (Ajuan Perubahan Data Portofolio), S26 (Ajuan Verval NRG), dan S31 (Ajuan Verval Inpassing) tidak mempengaruhi S25a secara langsung. Pun sebaliknya, S25a tidak mempengaruhi secara langsung S12, S26, dan S31.
Artinya, Ketiga ajuan tersebut tetap bisa diajukan meskipun Kepala Madrasah telah mengajukan Keaktifan Kolektif (S25a)
Langganan:
Postingan (Atom)




